Sebagai makeup artist ada suka dan duka, ada review bagus ada review jelek. Kalau dapat yang bagus seneng dong, kalau dapat komplain sedih tentunya, tapi jadi motivasi buat selanjutnya sih.

Tanpa client, makeup artist bukan siapa-siapa (kecuali memiliki kreavitas tinggi, paras yang cantik dan rajin bikin postingan narsis).

Kalau di motto perdagangan pembeli adalah raja. Begitu pula di makeup, client adalah ratu. Apa mau client kita turuti dan kerjakan, sesuai dengan perjanjian kerja. Namun resiko orang menjual service pasti ada aja. Hal yang menyedihkan ketika komentar dan komplain, yang diberikan client tidak sesuai dengan apa yang terjadi di lokasi.




Contoh halnya ketika kami datang ke lokasi, padahal sesuai dengan waktu yang ditentukan, ada aja kejadian di mana ada client yang belum bangun, ada yang masih berwara-wiri bolak balik bebenah, ada yang mau mandi dulu, ada yang mau kramas dulu, ada yang mau makan dulu, ada yang ngurus anak dulu dan sebagainya. Padahal kami di minta datang lebih awal dan diberikan waktu cukup sedikit untuk merias. Sehingga saat kami merias harus terburu-buru karena di kejar-kejar wedding organizer dan juga dikejar waktu acara. Apabila telat biasanya yang disalahkan team dari makeup dan wedding organizer oleh client. Duh, sedih ya..

Saya pernah mendapatkan situasi seperti ini, tiba di lokasi seperti perjanjian yang sempat berubah-berubah, entah mengapa ( mungkin pengantinnya masih labil ) haha haha . Kami pikir client sudah ready karena sebelum sampai lokasi kami dikejar wedding organizer untuk segera tiba. Sampai di lokasi, client sudah di lokasi bahkan kami keluar dari lift para client yang mau di makeup sudah menunggu kami di depan lift (entah habis pada ngapain).

Kami datang dengan 2 orang makeup artist dan 1 org hairdo. Dan kami harus merias 6 orang client, dari jam 6.00 WIB harus selesai jam 8.00 WIB ( jam ini yang menentukan pihak client loh, entah kenapa di setting begitu sedikit sekali waktunya, harusnya saya mengajukan banding keberatan ya hahaha) Agak ragu bisa selesai, namun kami usahakan semaksimal mungkin.




Kami di bawa ke salah satu kamar hotel yang cukup sempit ruangannya, hanya ada satu meja dan satu kursi. Beberapa orang sibuk bolak-balik mencari kursi dan meja tambahan. Namun tidak ada tempat untuk meja dan kursi tambahan. Karena ruangan benar-benar sempit, kami meminta ruangan lain yang lebih luas agar kami dapat mengerjakan tugas kami dengan cepat dan baik.

Akhirnya kami berpindah kamar lain yang lebih luas, itu sudah memakan waktu yang lumayan, dengan adegan pindahan sana sini dan menunggu para sukarelawan mencari tambahan meja dan kursi.

Setelah menyiapkan peralatan makeup, kami masih harus menunggu client yang mau makeup berwara-wiri ke sana-sini. Total di hitung setengah jam lebih kami membuang waktu. Kami bertiga saling melirik dan bingung melihat keadaan yang tidak seusai prediksi dan melihat para client yang sibuk wara – wiri bolak balik, bukannya cepat- cepat untuk bersiap di rias.

Dan kemudian kami mengerjakan tugas kami secepat mungkin karena waktu kami sudah terbuang sia-sia sebelumnya. Alhasil jam menunjukan pukul 8.00 WIB dan kami baru menyelesaikan 4 orang client, dan sudah dikejar wedding organizer untuk segera selesai.

Yang Mempengaruhi Review

Makeup artist itu merias tentunya tidak dengan alat-alat cetak langsung jadi, dan cara kerjanya bukan seperti menempel rugos (Rugos adalah berbagai jenis huruf, angka atau gambar yang bisa ditempelkan dengan menggosok ke permukaan yang diinginkan). Kami butuh waktu untuk membuat client menjadi lebih cantik.

Tidak semua client memiliki wajah yang dasarnya cantik, dan berkulit mulus. Apabila kami mendapat client yang wajahnya tidak mulus, kami harus lebih ekstra teliti dan lebih lama untuk mengcover wajahnya agar ketidak mulusan menjadi mulus.

Dan sedihnya si pengantin yang tidak tau keadaan di lokasi tempat rias keluarga, komplain kepada saya, sehari sesudahnya, Awalnya saya membiarkan komplain dia, namun atas dorongan team saya, untuk mengatakan keadaan sebenarnya, saya balas chat client saya tersebut dengan bahasa- bahasa kalbu tentunya haha haha.

Sebagai client setidaknya bijaksana dalam memberikan komentar dan komplain tentunya ya, lihat dulu kondisi keadaan sebenarnya dan pastikan apakah para keluarga atau rekan yang hendak di rias sudah sesuai dengan rundown yang anda buat? Apabila iya, sewajarnya anda dapat mengkomplain seorang makeup artist atau wedding organizer.

Kalau client mau wara wiri kesana kemari akan menghambat kerja kami juga,dan nanti endingnya kalau ga puas kami di komplain, tapi mereka ga sadar sebenernya yang bikin telat mereka juga.

So, bijaksanalah ya sebagai client. Setidaknya sebelum membuat rundown, pastikan keluarga atau rekan anda mampu bersiap seperti jadwal yang anda tentukan.

Rekomendasi Wedding Organizer untuk kamu yang mau mempersiapkan pernikahan dan event lainnya.

Review Bagus dan Review Jelek

You May Also Like

Bagaimana pendapat kalian?